Kandungan
protein dalam tahu sekitar 7,8 gram/100 gram dan kalsium 124 mg/100
gram, lalu dalam 100 gram buah jeruk nipis mengandung vitamin C 27 mg,
vitamin B1 0,04 mg, kalsium 40 mg, kalori 37 gr, protein 0,8 gr, zat
besi 0,6 gr, hidrat arang 12,4 gr, air 86gr, lemak 0,1gr Kandungan Gizi
Kecap manis Kedelai per 100 gram antara lain Kalori (kal) 46.00,
Protein (g) 5.70, Lemak (g) 1.30, Karbohidrat (g) 9.00, Kalsium (mg)
123.00, Fosfor (mg) 96.00, 7. Zat besi (mg) 5.70 , Air (g) 63.00 dan
ditambah dengan kandungan nurisi bumbu lainnya yang cukup tinggi.
Sumber : Depkes, 1998
Khasiat/Manfaat menkonsumsi Tahu Gejrot
Tahu merupakan sumber protein yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.
Kandungan protein yang tinggi pada tahu, juga dapat dimanfaatkan untuk
menjauhkansegala macam penyakit berbahaya.
Tahu dibuat dengan
mengentalkan sari kedelai menggunakan garam mineral (biasanya kalsium
sulfat). Sari kedelai inilah yang membuat tahu kaya dengan manfaat
kesehatan. Berikut ini ada beberapa manfaat tahu :
1. Mencegah penyakit jantung
Sejumlah studi dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bahwa
asupan rutin protein kedelai yang terkandung dalam tahu dapat membantu
menurunkan LDL (kolesterol buruk) tanpa menurunkan HDL (kolesterol
baik), yang menyebabkan penurunan risiko penyakit jantung.
2. Meningkatkan produksi energi
Tahu merupakan sumber makanan yang kaya zat besi, yang menyediakan 30
persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk zat besi dalam 100
gram. Zat besi dalam tahu terutama digunakan sebagai bagian dari
hemoglobin yang membantu dalam ransportasi dan pelepasan oksigen ke
seluruh tubuh mempromosikan produksi energi.
Tahu juga
menyediakan 10 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk
tembaga, mineral penting yang dimanfaatkan dalam sel darah merah.
Tembaga juga membantu dalam mengurangi gejala rheumatoid arthritis.
Makanan yang berasal dari kedelai, seperti tahu mengandung isoflavon
(fitoestrogen atau estrogen tanaman) yang bekerja pada tubuh seperti
bentuk estrogen.
3. Bermanfaat untuk wanita, khususnya wanita menopause
Selama menopause, estrogen wanita berfluktuasi, baik naik atau turun di
bawah tingkat normal. Nah, fitoestrogen dari kedelai dapat membantu
menjaga keseimbangan hormon tersebut. Hal ini dapat membantu mengurangi
frekuensi dan beratnya gejala hot flashes (rasa panas pada perut) pada
wanita menopause.
4. Mencegah osteoporosis
Tahu juga
bisa menjadi sumber yang kaya kalsium tergantung pada koagulan yang
digunakan dalam pembuatan (seperti kalsium sulfat yang digunakan oleh
produsen tahu).
Hal ini membantu melindungi terhadap penyakit
seperti kehilangan tulang, kelemahan tulang, rheumatoid arthritis dan
osteoporosis. Penelitian baru juga menunjukkan bahwa isoflavon dalam
makanan kedelai dapat memperkuat densitas (kepadatan tulang). Ini bisa
membuat tahu berguna dalam menangkal penyakit tulang pada wanita
postmenopause.
5. Membantu menurunkan berat badan
Tinggi protein membuat perut tidak cepat merasa lapar. Juga, sifat
rendah kalori (sekitar 80 kalori dalam 100 gram) tidak menambahkan
kalori ekstra untuk menu diet Anda.
6. Membantu pasien diabetes dengan masalah ginjal
Diabetes dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, salah satunya gagal
ginjal. Diabetes adalah penyebab utama kegagalan ginjal dengan tanda
awal adanya sejumlah protein dalam urin. Sebuah penelitian dilakukan
pada pria dengan diabetes tipe 2, yang semuanya didiagnosis dengan
penyakit ginjal yang terkait dengan diabetes, menemukan bahwa protein
kedelai dapat menurunkan 10 persen protein yang ditemukan dalam air
seni.